sinopsis cerita narnia The Horse and His Boy
Seri 5 The Chronicles of Narnia: The Horse and His Boy
Sastha adalah seorang anak yang tinggal di daerah pantai
Calormen. Ia diasuh oleh seorang yang kasar dan haus uang bernama
Arsheesh. Sastha selalu mengimpikan untuk perjalanan ke daerah utara
yang tidak pernah ia ketahui wujudnya. Pada suatu hari, seorang panglima
Calormen bersama kuda perangnya berniat membeli Sastha. Arsheesh
mengajak panglima itu menginap di gubuknya sambil menawar harga, dan
Sastha terpaksa menginap di istal. Di Istal, Sastha terkejut ketika kuda
perang sang panglima bisa berbicara. Kuda itu bernama Bree, Kuda yang
Bisa Berbicara yang diculik dari Narnia dan menjadi budak Calormen.
Kuda
itu mengajak Sastha untuk berpergian bersama ke Utara, Bree memberikan
motivasi tambahan untuk Sastha: Sastha berkulit putih, berbeda dengan
kulit Calormen kebanyakan, artinya Sastha berasal dari negeri Utara.
Sastha dan Bree akhirnya mengadakan perjalanan dengan Sastha mendapat
tutor mengendarai kuda secara bebas oleh Bree. Mereka kadang mencuri
untuk menyanggupi kebutuhan makan. Saat menyeberangi sungai di hutan
kala malam, mereka merasa diikuti seekor kuda dan penunggangnya,
bersamaan dengan itu, mereka dikejar singa. Singa itu mengejar mereka
hingga kuda penguntit itu kini bersama dengan Bree dan Sastha. Akhirnya,
mereka lolos dari kejaran dan mereka berdua, berkenalan dengan Aravis
Tarkheena dan Kuda yang Bisa Berbicara, Hwin
Aravis yang merupakan putri bangsawan Calormen,
mengatakan bahwa ia kabur bersama Hwin karena ia dipaksa menikah oleh
ayahnya dengan Ahostha Tarkaan, penasihat Tisroc yang bengis dan kaya,
saat ia ingin bunuh diri, Hwin mencegahnya dan memberikan solusi agar
pergi ke Narnia. Kemudian, mereka berempat mendiskusikan bagaimana cara
melewati rintangan tersulit, yaitu sungai besar yang ditengahi ibukota
Imperium Calormen, Tashbaan. Apabila mereka berhasil melewati rintangan
itu, mereka hanya harus melewati padang pasir dan pegunungan Archenland
dan sampai ke Narnia. Mereka memutuskan menyamar sebagai pedagang dan
menyeberangi Tashbaan.
Sesampai di Tashbaan, mereka
bertemu dengan rombongan Ratu Susan dan Raja Edmund dari Narnia. Saat
itulah, Sastha dikira Corin, pangeran Archenland. Ia diseret ke rumah
singgah rombongan Narnia. Disanalah, Sastha mendengarkan bagaimana Ratu
Susan ingin menghindari pinangan anak Tisroc. Mr. Tumnus sang faun
menyarankan pengelabuan pesta kapal agar tidak ada yang curiga.
Kemudian, malam harinya, kapal akan diam-diam pergi dari Calormen.
Sastha, diberikan jamuan enak dan malam harinya ia bertukar tempat
dengan pangeran Corin yang asli, yang merupakan anak yang pemberani
namun nakal. Setelah bertukar tempat, Sastha sukses keluar dari Tashbaan
dan pergi ke Makam Raja-Raja Lampau di Utara Tashbaan yang dianggap
angker, tempat reuni rombongan pelarian apabila mereka terpisah.
Nasib Aravis, Bree, dan Hwin lebih baik. Aravis bertemu
teman baiknya, Lasaraleen yang sangat feminim dan kaya. Lasaraleen
membantu Aravis dan kedua kuda agar bisa sampai ke makam secepatnya.
Saat mengendap keluar lewat istana Tisroc, mereka mencuridengar
pembicaraan Ahostha, Tisroc, dan anak Tisroc, Rabadash. Rabadash meminta
izin pada Tisroc agar melakukan penyerangan tiba-tiba ke Narnia
sementara Raja Agung Peter sedang memerangi raksasa di Utara. Akhirnya,
mereka berempat kembali bersama dengan Sastha mengetahui berita
penyerangan.
Mereka berempat menyusuri pasir dan
tebing hingga sampai ke seberang Sungai Winding Arrow yang berada jauh
dari padang pasir. Namun perjalanan tidak lagi sama kala mereka di bukit
Archenland, mereka melihat pasukan Calormen. Lalu mereka dikejar oleh
seekor singa lagi hingga akibatnya Aravis cedera dan mereka bisa
istirahat di rumah Pertapa Perbatasan Selatan. Pertapa itu memercayakan
Sastha untuk memberitahu soal penyerangan Calormen kepada Raja Lune,
raja Archenland sekarang. Sastha berlari ke Anvard dan bertemu Raja.
Akhirnya, Raja berterimakasih kepada Sastha dan menyiapkan perlindungan.
Sementara itu, Sastha juga diemban tugas untuk menyampaikan penyerangan
ke Narnia untuk membantu Archenland. Saat perjalanan, Sastha bertemu
Aslan yang ternyata adalah singa yang selalu mengejar mereka agar
perjalanan mereka bisa tepat pada waktunya.
Sastha pergi ke Narnia dan menyampaikan ke seluruh
rakyatnya. Istana Cair Paravel yang berisi Raja Edmund, Ratu Susan, dan
Ratu Lucy segera mengadakan persiapan pula bersama Hewan-Hewan yang Bisa
Berbicara. Dengan pertempuran itu, akhirnya pasukan Calormen bisa
dikalahkan dengan sang pemimpin penyerangan, Rabadash, menjadi tawanan.
Sastha
lalu dihubungkan dengan kemiripan wajahnya dengan Corin, bahwa Sastha
adalah kakak kembar Corin yang terpisah sejak lahir. Sastha yang
sebenarnya bernama Cor, pergi ke Pertapa dan menjemput Aravis, Bree, dan
Hwin ke Archenland. Disana, terjadi perundingan untuk penghakiman
Rabadash. Saat itu, Aslan datang dan mengubah Rabadash menjadi seekor
keledai. Aslan berkata, Rabadash bisa menjadi dirinya lagi apabila ia
berada di Kuil Tash, ia akan menjadi manusia lagi. Dan ia bisa menjadi
keledai lagi apabila ia berada lebih dari 10 mil dari Tashbaan. Maka,
Cor menjadi pewaris takhta Raja Lune dan Aravis yang bebas dari
kehidupan aristokrat Calormen, menikahi Cor. Kehidupan di Archenland
menjadi damai kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar