sinopsis cerita narnia The Last Battle
Seri 7 The Chronicles of Narnia: The Last Battle
Cerita dimulai dengan kekuasaan raja terakhir negeri
Narnia , Raja Tirian. Narnia sudah mengalami masa damai dan sejahtera
yang cukup panjang, berlangsung dari kekuasaan Raja Caspian X. Tirian,
yang merupakan keturunan langsung dari Caspian X, diinformasikan oleh
seorang centaurus bernama Roonwit bahwa peristiwa-peristiwa aneh dan
tidak menyenangkan sedang terjadi di negeri itu dan konjugasi
planet-planet menunjukkan tanda-tanda yang sangat berbahaya.
Seekor
kera bernama Shift berhasil membujuk Puzzle, seekor keledai yang baik
namun bodoh, untuk memakai kulit singa dan menyamar sebagai Aslan.
Puzzle, meskipun enggan, berhasil ditipu oleh Shift yang mengatakan
bahwa hal ini adalah kehendak Aslan. Setelah makhluk-makhluk Narnia
berhasil ditipu, Shift memerintahkan mereka untuk bekerja demi
orang-orang Calormen. Makhluk-makhluk pohon ditebang dan dijual sebagai
potongan-potongan kayu biasa. Uang yang didapat akan dimasukkan ke dalam
perbendaharaan Aslan, yang akan digunakan oleh Shift dengan alasan demi
kepentingan Narnia.
Raja Tirian dengan sehabatnya, Jewel, seekor unicorn
berbicara pada awalnya juga tertipu oleh kabar kedatangan Aslan. Namun
ketika mereka mendengar Shift mengatakan kepada makhluk-makhluk Narnia
bahwa Aslan dan dewa orang Calormen, Tash adalah sama, dengan nama
“Tashlan”, mereka menyadari bahwa seluruh kabar yang mereka dengar
adalah kebohongan belaka. Ketika Tirian menuduh Shift melakukan
kebohongan, tentara-tentara Calormen datang dan mengikat sang raja ke
sebuah pohon. Lalu, Tirian berseru kepada Aslan untuk pertolongan dan
mendapat penglihatan akan Digory Kirke, Polly Plummer, Peter Pevensie,
Edmund Pevensie, Lucy Pevensie, Eustace Scrubb dan Jill Pole, walaupun
Tirian tidak mengenali siapa mereka. Mereka bisa melihat Tirian, dan
walaupun suara Tirian tidak bisa sampai kepada mereka, mereka menebak
bahwa ia adalah seseorang yang berasal dari Narnia. Tidak lama kemudian,
Eustace dan Jill masuk ke dalam dunia Narnia dan melepaskan ikatan sang
raja.
Lalu mereka menolong Jewel dan Puzzle, yang
mereka maafkan ketika mereka sadar bahwa Puzzle adalah korban penipuan
Shift. Mereka menolong pula segerombolan dwarf, tetapi karena
kepercayaan mereka akan Aslan sudah sirna, mereka menolak untuk menolong
Narnia. Hanya seorang dwarf, Poggin, yang tetap setia kepada Aslan,
Tirian dan Narnia, dan bersedia untuk menolong. Tirian dan kelompoknya
yang kecil kemudian bertempur dengan tentara Calormen. Sepanjang
peperangan banyak hewan-hewan yang terbunuh (oleh gerombolan dwarf tadi
yang menyerang kedua belah pihak).
Di akhir perang, gerombolan dwarf jahat tersebut, Jill,
Eustace dan yang terakhir Tirian, ditangkap dan dibuang ke dalam
kandang, dimana seharusnya Tashlan berada. Selain itu pemimpin tentara
Calormen, Rishda Tarkaan, yang memulai ide bahwa Aslan dan Tash adalah
sama, juga masuk ke dalam kandang tersebut. Namun, apa yang ditemukan
oleh Rishda (seorang yang sebenarnya tidak percaya akan adanya Aslan dan
Tash) di balik pintu kandang adalah Tash sendiri! Tash menangkap Rishda
yang ketakutan. Lalu, Peter, Edmund, Lucy, Digory, Polly, Eustace dan
Jill muncul, dan Peter memerintahkan Tash untuk pergi. Tash lalu pergi
dengan membawa Rishda Tarkaan. Tirian menanyakan tentang Susan (karena
sekarang ia sudah tahu siapa saja yang di hadapannya). Kemudian mereka
menceritakan tentang Susan yang sudah “dewasa” dan sudah bukan lagi
“sahabat Narnia”, karena itu Susan tidak bersama-sama dengan mereka.
Yang
aneh dengan kandang tersebut adalah, kandang tersebut tidaklah seperti
kandang. Lebih tepatnya seperti suatu dunia yang lain. Namun, hal itu
tidak bisa dilihat oleh gerombolan dwarf jahat yang juga dilempar ke
dalam kandang tersebut. Ketika Aslan muncul, Lucy meminta bantuan Aslan
untuk menolong mereka. Aslan lalu menunjukkan kepada Lucy apa yang ia
bisa dan tidak bisa lakukan. Meskipun diberikan makanan yang enak,
mereka tidak bisa melihat dan merasakan semuanya itu, sebaliknya mereka
mengira itu adalah makanan hewan ternak biasa. Mereka tidak bisa melihat
Aslan dan dunia baru tersebut dan tetap terjebak dalam kegelapan
kandang.
Kemudian, Aslan berdiri di depan pintu kandang. Semua
makhluk Narnia, termasuk yang sebelumnya sudah meninggal, berkumpul di
luar kandang untuk masuk ke dalam dunia lain itu. Yang setia kepada
Aslan dan Narnia, bisa memasuki dunia itu. Namun, bagi yang tidak setia,
akan ketakutan dan tidak masuk, mereka menghilang ke dalam kegelapan
dan tidak diketahui lagi nasibnya. Yang berada di balik pintu lalu
melihat bahwa dunia Narnia kemudian hancur, naga dan kadal raksasa
berkeliaran menghancurkan tumbuh-tumbuhan yang ada. Akhirnya Bapak Waktu
memanggil bintang-bintang untuk turun dari langit. Kemudian, permukaan
laut meninggi dan naik menyelimuti Narnia. Aslan memerintahkan Peter
untuk menutup dan mengunci pintu. Lalu, Aslan memimpin mereka menuju ke
negerinya.
Semakin mereka memasuki negeri itu,
semakin mereka melihat persamaan antara dunia baru tersebut dan dunia
Narnia yang baru hancur. Akhirnya mereka menyadari bahwa dunia baru itu
adalah dunia asli, dimana dahulu kala dunia Narnia dibuat dengan dunia
ini sebagai contohnya. Mereka lalu bertemu dengan seorang tentara
Calormen, yang bernama Emeth, yang diijinkan Aslan untuk masuk ke dunia
itu. Dari cerita Emeth, seorang yang baik dan terhormat, namun mengakui
Tash sebagai dewanya, diketahuilah alasan mengapa Emeth diijinkan berada
di situ. Aslan mengatakan kepada Emeth bahwa sepanjang hidupnya ia
telah melakukan banyak hal yang berguna, dan karena keberadaan Aslan dan
Tash begitu bertolak belakang, maka tidak ada perbuatan yang sia-sia
yang bisa dilakukan untuk Aslan, dan tidak ada perbuatan yang tidak
sia-sia yang bisa dilakukan untuk Tash.
Mereka lalu melanjutkan perjalanan mereka dan akhirnya
bertemu dengan semua sahabat-sahabat lama mereka dari cerita sebelumnya,
seperti Mr Tumnus, Reepicheep, Raja Caspian X, Fledge, Raja Cor dan
Ratu Aravis dan yang lain-lain. Di dalam dunia ini, selain menemukan
bentuk asli Narnia, mereka juga menemukan bentuk asli bumi. Kemudian
diketahui bahwa Peter, Edmund, Lucy, Digory, Polly, Eustace dan Jill
semua tewas dibumi karena kecelakaan kereta api dan akan menikmati
kehidupan setelah kematian di Narnia asli itu. Akhirnya, cerita ini
ditutup dengan Aslan sudah tidak terlihat seperti singa lagi di Narnia
asli, melainkan menjadi suatu keberadaan yang begitu indah dan tidak ada
kata-kata yang bisa menggambarkan keindahan-Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar